Beranda | Artikel
Kabar Gembira Kelahiran Nabi Yahya Alaihis Salam
4 hari lalu

Kabar Gembira Kelahiran Nabi Yahya ‘Alaihis Salam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Bayan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 1 Rajab 1447 H / 22 Desember 2025 M.

Kajian Tentang Kabar Gembira Kelahiran Nabi Yahya ‘Alaihis Salam

Pembahasan kali ini mengenai momentum ketika para malaikat menyampaikan kabar gembira kepada Nabi Zakaria ‘Alaihis Salam atas kelahiran putranya, Yahya ‘Alaihis Salam. Sebelumnya, Nabi Zakaria telah memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar dikaruniai keturunan yang baik, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan doa tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ…

“Maka Kami kabulkan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung.” (QS. Al-Anbiya [21]: 90)

Kabar gembira ini juga ditegaskan dalam ayat lain:

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

“Wahai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) seorang anak laki-laki yang namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.” (QS. Maryam [19]: 7)

Kabar tersebut disampaikan oleh malaikat saat Nabi Zakaria sedang melaksanakan ibadah:

فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ

“Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan shalat di mihrab, ‘Sesungguhnya Allah memberikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang shalih.`” (QS. Ali ‘Imran [3]: 39)

Dialog Nabi Zakaria dengan Rabbnya

Setelah menerima kabar gembira tersebut, Nabi Zakaria memohon penjelasan mengenai keadaan dirinya dan istrinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا

“Dia (Zakaria) berkata, ‘Ya Rabbku, bagaimana aku akan mendapati seorang anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?`” (QS. Maryam [19]: 8)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan jawaban yang menegaskan kekuasaan-Nya:

قَالَ كَذَٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا

“(Allah) berfirman, ‘Demikianlah.’ Rabbmu berfirman, ‘Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, Engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (waktu itu) engkau belum ada sama sekali.`” (QS. Maryam [19]: 9)

Penegasan serupa juga terdapat dalam surah lain yang menyatakan bahwa Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya. Cukup bagi Allah untuk berfirman “Kun fayakun,” maka jadilah sesuatu tersebut.

Hikmah di Balik Pertanyaan Nabi Zakaria

Munculnya pertanyaan Nabi Zakaria mengenai cara beliau mendapatkan anak bukan didasari oleh keraguan terhadap kuasa Allah Subhanahu wa Ta’ala. Penulis rahimahullah menjelaskan bahwa pertanyaan tersebut memiliki dua tinjauan:

Permintaan Informasi: Nabi Zakaria ingin mengetahui rincian teknis mengenai cara Allah memberikan keturunan kepadanya. Beliau belum mengetahui apakah hal tersebut akan terjadi melalui istrinya yang sudah tua dan mandul (di luar kebiasaan manusia), atau melalui perintah untuk menikah lagi dengan wanita muda, atau Allah mengembalikan masa muda beliau dan istrinya.

Ekspresi Takjub: Pertanyaan tersebut merupakan bentuk kekaguman luar biasa terhadap kesempurnaan kodrat dan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kejadian serupa dialami oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam dan istrinya, Sarah, saat menerima kabar gembira dari para malaikat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قَالُوا لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ

“Mereka (malaikat) berkata, ‘Janganlah engkau takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) seorang anak laki-laki yang alim (cerdas/berilmu, yaitu Ishak).`” (QS. Al-Hijr [15]: 53)

Sebagai catatan, Nabi Ishak disifati sebagai ghulamin ‘alim, sedangkan Nabi Ismail disifati sebagai ghulamin halim. Nabi Ibrahim juga menanggapi kabar tersebut dengan rasa takjub mengingat usianya yang sudah tua, namun para malaikat meyakinkan bahwa berita tersebut adalah kebenaran yang nyata.

Para malaikat tersebut sebenarnya sedang dalam perjalanan untuk menjalankan tugas lain, yaitu mengazab kaum Nabi Luth yang melakukan perbuatan maksiat berupa homoseksual.

Saat itu, istri Nabi Ibrahim berdiri dan tersenyum ketika para malaikat menyampaikan kabar gembira mengenai kelahiran Ishaq, dan setelah Ishaq akan lahir Ya’qub.

Hal ini merupakan kemuliaan besar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada Nabi Ibrahim ‘Alaihis Sallam dan keluarganya. Mendengar kabar tersebut, istri beliau merasa heran karena menganggap dirinya sudah tua, begitu pula suaminya yang sudah lanjut usia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan setelah Ishaq (akan lahir) Ya’qub. Dia (istrinya) berkata, ‘Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua, dan suamiku ini sudah sangat tua? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang ajaib.’ Mereka (para malaikat) berkata, ‘Mengapa engkau merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkahan-Nya, dicurahkan atas kamu, wahai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Mulia.`” (QS. Hud [11]: 71-73)

Sebagaimana Nabi Ibrahim ‘Alaihis Sallam, Nabi Zakaria ‘Alaihis Sallam pun merasakan takjub saat dikabarkan akan memiliki putra bernama Yahya. Beliau kemudian memohon sebuah tanda kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai penguat hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قَالَ رَبِّ اجْعَل لِّي آيَةً ۚ قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَ لَيَالٍ سَوِيًّا

“Dia (Zakaria) berkata, ‘Ya Rabbku, berilah aku suatu tanda.’ (Allah) berfirman, ‘Tandamu adalah engkau tidak dapat berbicara dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.`” (QS. Maryam [19]: 10)

Meskipun secara fisik sehat, Nabi Zakaria ‘Alaihis Sallam tidak mampu berbicara kepada manusia kecuali melalui isyarat. Namun, sebuah keajaiban terjadi ketika beliau tetap mampu berzikir dan bertasbih. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

…قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمْزًا ۗ وَاذْكُر رَّبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

“(Allah) berfirman, ‘Tandamu adalah engkau tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Rabbmu banyak-banyak dan bertasbihlah (memuji-Nya) pada waktu petang dan pagi hari.`” (QS. Ali ‘Imran [3]: 41)

Sebagian ahli ilmu mengatakan bahwa permintaan tanda ini bertujuan agar hati Nabi Zakaria ‘Alaihis Sallam menjadi tenang dan mantap, serupa dengan permohonan Nabi Ibrahim ‘Alaihis Sallam ketika ingin melihat cara Allah menghidupkan makhluk yang mati:

…قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِن ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِن لِّيَطْمَئِنَّ قَلْبِي…

“Allah berfirman, ‘Belum percayakah engkau?’ Dia (Ibrahim) menjawab, ‘Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).`” (QS. Al-Baqarah [2]: 260)

Pelajaran dari Kisah Nabi Zakaria ‘Alaihis Sallam

Pelajaran utama yang dapat dipetik adalah bahwa doa sangat bermanfaat, baik untuk sesuatu yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Doa adalah ibadah yang sangat berharga namun sering kali disepelekan karena kemudahannya.

Dalam kisah Nabi Zakaria ‘Alaihis Sallam, doa beliau untuk mendapatkan keturunan yang shalih dikabulkan meskipun secara lahiriah beliau sudah tua dan istrinya mandul. Beliau memohon:

…رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

“Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.” (QS. Al-Anbiya [21]: 89)

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan permohonan tersebut:

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ…

“Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung.” (QS. Al-Anbiya [21]: 90)

Keinginan Nabi Zakaria ‘Alaihis Sallam untuk berdoa semakin kuat saat beliau melihat kemuliaan yang Allah berikan kepada Maryam berupa buah-buahan yang hadir di luar musimnya.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Kabar Gembira Kelahiran Nabi Yahya ‘Alaihis Salam” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/55921-kabar-gembira-kelahiran-nabi-yahya-alaihis-salam/